Selasa, 24 November 2009

review : Camp Rock


Ceritanya begini, ada seorang gadis high school gitu, Mitchie (Lovato), yang jago banget di bidang musik. Suaranya bagus trus bisa main piano pula. Nah, tidak lama lagi summer holiday mau datang dan dia pengen banget ikut acara yang namanya Camp Rock. Tapi, mama papanya ga sanggup bayar buat ikut tu acara. Mamanya cuma punya usaha catering yang baru dirintis, jadi uangnya ngga cukup. Huff.. kasian.. Tapi, sekitar siang menjelang sore, kira-kira jam-jam abis pulang sekolah gitu, dihari yang sama pula, papa mamanya sedang nunggu-nunggu dia. Ada berita baru yang harus dikasih tau ke dia, yang ternyata.. mamanya jadi catering di acara Music Camp itu, dan yang artinya dia bisa ikut Camp Rock. Horey…

Wellcome to Music Camp..

Camp yang saat ini juga lain dari camp yang sudah-sudah, cause ada Shane Gray (Joe Jonas), bintang dari band rock terkenal yang ntar mau ngajar kelas di camp! Belakangan sih katanya si Shane mulai menjadi egotistical harus ikut di Camp ntu karena perintah dari temen se-Bandnya dia. Paling ngga, dia disana di-gembleng biar down to earth lagi lah..

Mitchie dan mamanya akhirnya tiba ke lokasi camp mereka. Banyak banget anak-anak yang jago music disitu, yup banyak banget. Ada yang jago dance, jago gitar, jago drum, n many more..

Awalnya dia dengan mamanya sekamar, tapi dia mau pindah.. Kenapa?? Ternyata Mitchie dapat temen baru Mean Girl (Meaghan Jette Martin) yang mengajaknya untuk sekamar dengan dua temennya yang lain. Temen barunya itu rupanya anak dari penyanyi terkenal lho.. wow.. tapi sayangnya, temen barunya ini ga begitu suka temenan sama anak dari orang biasa aja, alias ga kaya seperti mereka. Mau ga mau Mitchie bo’ong deh.. ngaku-ngaku anak yang punya perusahaan entertainment terkenal di China. Bo’ong nya ga kira-kira ya… hehehe

Temennya yang baru ini ternyata egois, dia ga mau kalo ada temennya lebih hebat dari kemampuan musicnya. Makanya dua temennya yang lain, cuma jadi penyanyi latarnya aja dan si Mitchie pun tak luput.. walau itu semua tidak sesuai dengan kehendak hatinya. Sedih lah ia,, bagaikan dewi vortuna yang sedang turun ke bumi, datanglah sang pelipur lara, Shane.. Ternyata sang bintang terkenal berkenalan dengan Mitchie. Mereka seperti memiliki ikatan yang menguatkan satu sama lain. Memberi angin-angin segar yang bernaung di hati-hati mereka, yang singkat kata aja deh, mereka merasa sama-sama comfort and menuai romansa.

Kedekatan mereka ternyata terhendus oleh temennya sang Mean Girl. Rasa ngga seneng pun muncul! Entah emang malang kali ya, semua ke bo’ongan yang dia sembunyiin selama ini ketahuan dan itulah yang menjadi boomerang ampuh temennya buat ngejatuhin Mitchie. Semua anak yang ada di Camp tersebut merasa terbohongi dan kecewa, termasuk Shane.. hiks..hiks.. jahat banget emang ya!! Ga cuma sampe disitu, si Mean Girl juga fitnah kalo Mitchie udah ngambil gelang miliknya yang efeknya lumayan gede, Mitchie ga boleh ikut acara panggung Final di camp sampe acaranya selesai.

Memang kejahatan selalu akan terungkap di ujung kebenaran. Temen-temennya si Mean Girl akhirnya ga mau lagi bareng ama si-jahat, mereka udah bener-bener kesel. Mereka pun maju ke panggung final sendiri-sendiri dengan kemampuan masing-masing. Selain itu juga Shane menyadari dan percaya bahwa Mitchie ga mungkin ada niatan jahat, dan kebenaran ini membuat mereka sekarang sangat dekat.. oh.. so sweet.. Mereka pun maju ke pentas diatas panggung dan berusaha memenangkannya. Dan yang akhirnya Mitchie pun maju sebagai juara.. it’s the end..

Minggu, 22 November 2009

About Sahabat

Sahabatku, kau mengenang fajar keremajaan dengan kesenangan dan menyesali kepergiannya, aku mengingatnya seperti seorang tawanan perang di dalam belenggu penjara.
Kau bicara tentang masa kanak2 dan remaja sebagai suatu zaman emas, bebas dari kekangan, kendala dan aturan. Tapi aku menyebutnya sebagai masa dukacita yang mencekam, tanpa bisa menemui jalan menuju dunia pengetahuan dan kebijaksanaan. Hingga datang gelora cinta yang membuka semua pintu hatiku dan menyinari relung2 hatiku. Cinta menganugerahkanku sebuah lidah dan air mata.

Setiap saat kututup kupingku dari bisingnya 'kicau burung' kota. Kudengar bisikan2 lembut liukan anak sungai yang bergerak ke hulu dgn gemerisiknya dedaunan bahkan ranting2 yang bernyanyi tentangku. Kala itu Biduk dihantam badai dan ombak kehidupan. Susah payah aku melawan takdir kehidupan melawan ombak dan karang menjangkau tepian iman.


Semua keindahan yang kuceritakan dan yang pernah kuimpikan bagai bayi yang rindu air susu ibunya. Namun sahabat, kerinduan itu begitu melukai semangatku. Sepertinya aku dipenjarakan dalam kegelapan masa remaja. Bagai derita seekor elang dalam sangkar tatkala melihat sekumpulan burung lain terbang bebas diangkasa. Lembah2 dan bukit2 itu menyentak khayalanku, tetapi pikiran2 pahit telah menyulam jaring2 keputus asaan disekeliling hatiku. Setiap aku pergi keladang, aku pulang dgn kecewa.. tanpa mengerti sebab kekecewaan itu. Setiap waktu aku lihat langit mendung, aku rasakan hatiku terikat erat. Setiap saat aku dengar nyanyian burung2 dan alunan musim semi, aku menderita tanpa mengerti alasan kesengsaraanku itu. Orang bilang ketakpuasan membuat seorang lelaki nelangsa.

Kesunyian memiliki kelembutan seperti sutera, tetapi dengan jarinya yang kuat ia mencengkram hati dan membuatnya menderita dengan dukacita. Kesunyian adalah sekutu dukacita.

Kedukacitaan itu merintangiku selama masa remaja, tidak disebabkan kekosongan hiburan karena aku bisa memilikinya atau dari ketiadaan karib karena kau dapat menemukan mereka. Kedukaan itu yang membuatku mencintai kesunyian.

Begitulah sahabat, kehidupan masa remaja diusia sebelum 18. Masa itu seperti ujung gunung dalam kehidupanku, karena hal itu membuka mataku, menggugah wawasan dalam diriku dan membuatku mengerti jatuh bangunnya nasib manusia. Tuhan dapat membalikkan nasib manusia hanya dlm hitungaan detik.

Lunglai aku berjalan menepis tatapan mata sinis . Karena terkadang cerita hidup tdk berdasarkan fakta dan kejadian, akan tetapi hanya dari pikiran dikepala orang. Belajar dari kesalahan tidak menghalangi sebuah perjalanan. Meninggalkan masa lalu demi kesuksesan yang mahal memberi pengalaman penting tentang arti bertahan, Terimakasih pengalaman.. ......... .....

Andai seseorang dilahirkan kembali, memulai kehidupan bagai kertas kosong dalam buku kehidupan dan diisi dgn cerita indah. Aku melihat setan2 mengamuk dalam hati sang durjana. Siapa yang tidak melihat malaikat dan setan dalam keindahan dan kecantikan kehidupan, akan terjauhkan dari KEARIFAN dan jiwanya kosong tanpa KASIH...